Sesuai dengan kodratnya , tiap manusia ingin mendapatkan pasangan yang akan menjadi pendamping di sepanjang hidupnya. Jodoh memang sudah ditentukan oleh Alloh Swt , ada yang datang cepat , perlahan hingga muncul belakangan. Tetapi mengapa ada perbedaan dan apa saja yang menjadikan orang bisa cepat mendapatkan jodoh sementara yang lain harus menunggu selama bertahun tahun ? 7 hal yang disampaikan oleh www.birojodohislami.com bisa direnungkan bersama :

Pertama , menetapkan target terlalu tinggi. Sebagian orang membuat kriteria yang terlalu tinggi hingga tak mampu dicapai di sepanjang penantiannya. Target jodoh yang 100 % sempurna atau yang benar benar sesuai kehendak hati anda akan sulit ditemukan ,karena itu sama saja melawan kehendakNya , yang akan menjadikan satu hubungan menjadi penuh warna.

Terlebih ketika target tidak diiringi dengan tindakan nyata atau upaya yang jelas untuk mencapainya. Bahkan beberapa perkara kecil saja belum diselesaikan atau selalu gagal dikerjakan dengan semestinya. Sementara pencapaian besar tak akan pernah terwujud ketika seorang mengabaikan hal hal kecil. Satu contoh nyata atas hal kecil yang belum dibereskan adalah tidak mau memberikan senyum kepada orang lain atau melatih diri untuk lebih ramah dibandingkan sebelumnya.

Kedua, sering menganggap enteng seseorang yang jatuh cinta kepadanya. Sikap dan kebiasaan menganggap remeh orang lain bisa menjadi penyebab jodoh  susah datang sekaligus menutup beberapa kesempatan dalam menciptakan hubungan. Tidak mengapa ketika anda memang belum bisa mencintai orang yang menyatakan rasa sukanya, namun jangan pernah sekalipun menganggap rendah orang tersebut .

Bukan hanya dari sisi ucapan , tetapi jauh dari dalam hati , anda pun tidak merendahkannya. Karena kalau hanya dari sisi formalitas ucapan saja maka itu sama saja anda menyimpan hal buruk yang mesti dipertanggungjawabkan kepada Alloh Swt dan telah menciptakan dosa kepada orang tersebut.  Point ini sangat sulit , anda bisa melatihnya secara perlahan sampai mampu menemukan cara yang paling bijak untuk menetralisir prasangka prasangka yang tidak tepat.

Ketiga, durhaka kepada kedua orang tua. Sikap durhaka  terhadap orang tua tak pernah dibenarkan oleh ajaran agama apapun, terlebih untuk ajaran Islam yang menempatkan orang dalam posisi sangat mulia. Ketaatan kepada orang tua merupakan satu bentuk keharusan selama bentuk ketaatan tersebut tidak dalam rangka menentang Alloh Swt.

Bagaimana kalau menolak jodoh yang disiapkan oleh orang tua , karena anda sendiri tak pernah mencintai , karena orang tua menghendaki anda menikah dengan orang kaya meski perilakunya berbahaya bagi agama ? Orang tua yang baik tak akan memaksakan kehendaknya , apalagi kalau kehendak tersebut didasarkan pada pertimbangan dunia , karir dan kekayaan.

Sikap durhaka kadang lebih banyak dihubungkan ketika seorang anak menolak perjodohan , padahal banyak hal hal kecil yang setiap hari juga lebih perlu untuk diperhatikan agar seorang anak tidak terjebak dalam kedurhakaan. Ambil contoh , ada seorang ibu sedang mencuci bajunya , mengepel dan memasak sampai keringat bercucuran, sementara anaknya mainan hp , asyik mengupdate status di media sosial dengan harapan mendapatkan perhatian dari orang lain.

Atau memandang ayah ibu sebagai orang kuno , tak modern dan tak mengerti apa apa. Berbicara lebih keras , kasar dan masih banyak hal hal kecil yang umumnya diabaikan oleh sebagian orang . Sementara kita yakin bahwa Alloh Swt tak pernah tidur dan menjadi saksi atas setiap perbuatan yang dilakukan , sehingga ketika anda menghendaki jodoh cepat datang maka perlu melakukan  perbaikan dari hal hal terkecil sejak sekarang.

Keempat, tidak siap untuk hidup sengsara. Sebagian orang merasa takut menikah karena khawatir tak akan mampu mendapatkan bekal ekonomi yang secukupnya. Akibatnya mereka terus saja menunda dengan membuat impian impian baru yang nampak sangat indah di dalam angan angannya sendiri.  Sebagian lagi tetap bermimpi untuk mendapatkan pasangan yang kaya raya sehingga nantinya tak perlu bersusah payah mencari uang dan bisa langsung sejahtera.

Seseorang yang tak pernah siap untuk sengsara merupakan cerminan mental yang melemah , dimana kondisi mental itu masih bisa dirubah , terlebih agama Islam merupakan agama kerja keras , agama yang mewajibkan umatnya bekerja sangat keras untuk mencapai kejayaaan apapun dimasa depan. Orang orang yang siap sengsara rata rata hidupnya lebih kaya , lebih sukses dan melampaui kehidupan teman teman yang dulunya begitu idealis ingin mendapatkan jodoh yang kaya raya.

Jika anda takut sengsara maka bisa segera mengubahnya sejak sekarang , karena sikap itu akan menimbulkan rasa malas dalam berusaha , mudah memandang rendah orang lain yang sejatinya jauh lebih baik dibandingkan diri anda sendiri. Jika anda siap sengsara dan pasangan pun siap menerima anda maka Alloh Swt berjanji akan memberikan kecukupan di atas rata rata dari orang orang yang hanya bermimpi tanpa pernah berbuat apa apa.

Kelima, jodoh susah datang di dalam hidup karena tak pernah bersilaturahmi. Bagi siapa saja yang belum mendapatkan pasangan maka tetap luangkan waktu untuk berkunjung ke rumah sahabat , andai waktu sangat sibuk , luangkan untuk menyapanya melalui telepon dan lakukan pembicaraan yang berguna. Silaturahmi akan melatih hati lebih terbuka, belajar menyesuaikan diri dengan realitas hidup dan mendapatkan tambahan doa dari sahabat , saudara dan orang orang yang sangat berharga dalam hidup kita.

Mungkin saja doa sahabat, keluarga  atau teman lebih dikabulkan oleh Alloh Swt , meski mereka tak mengatakan terang terangan telah mendoakan anda. Bukankah akan sangat berharga ketika anda mendapatkan doa dari orang orang terkasih ? Jangan pernah abaikan mereka , jangan pandang apa yang belum dicapai oleh mereka , tetapi segera lakukan silaturakhmi secara bijak sebelum mereka pergi untuk selama lamanya dari kehidupan anda.

Keenam, kurang bisa menjaga kepercayaan yang diberikan oleh orang lain. Seorang yang mengabaikan amanah orang lain sejatinya telah menjadi penghianat, umumnya orang yang dikhianati akan mendoakan sangat jelek kepadanya. Mengabaikan kepercayaan orang lain bisa berupa tindakan mempermainkan perasaan .

Anda sengaja mempermainkan hati seseorang demi mendapatkan keuntungan keuntungan tertentu tetapi tak pernah diketahui oleh orang yang telah anda khianati itu . Sejatinya anda tak pernah mencintai tetapi mengatakan akan menjadikannya sebagai istri karena anda punya rencana lain ingin merenggut kesuciannya, atau memeras kekayaannya lalu setelah itu anda meninggalkannya.

Maka penting mengevaluasi diri secara bijak , tanyakan pada diri sendiri , adakah orang orang yang telah anda abaikan kepercayaannya, jika memang ada maka segera temui dan mohonlah maaf setulus tulusnya , apapun syaratnya maka segera ditunaikan agar kelak tidak menjadi siksaan batin sepanjang hidup , dengan mendapatkan maaf maka anda akan kembali tenang dalam menjalani kehidupan , insya Alloh jodoh pun lekas datang dari kalangan baik baik.

Ketujuh , tak pernah berdoa dengan penuh kesungguhan . Saat seorang berdoa kepada Alloh Swt untuk memohon pasangan hidup yang baik untuk dunia dan akhiratnya maka perlu mengiringi permintaannya dengan tindakan tindakan nyata. Doa tanpa tindakan seperti seorang yang ingin pergi ke tempat terindah bersama pasangan ideal yang dipuja puja semua orang .

Keyakinan dalam doa memang diperlukan , tetapi keyakinan saja tidak cukup , anda boleh saja mengatakan ‘saya yakin mendapatkan calon pasangan yang sesuai keinginan’ tetapi cobalah menundukkan kepala dan tanyakan pada telapak kaki , apakah ia sudah bergerak untuk menunjukkan keyakinan itu. Lihatlah tangan anda , apakah tangan sudah digerakkan untuk melakukan pendekatana kepada seorrang yang anda idam idamkan?

Cek juga tetangga , teman atau siapapun , siapa yang pernah anda sakiti , siapa diantara mereka yang terluka dengan sikap dan tindakan anda dimasa lalu ? Atau luruskan pandangan ke depan sampai anda menemukan batas kelemahan diri yang mesti diperbaiki. Berdoa secara sungguh sungguh kepada Alloh Swt merupakan kewajiban dan hanya doa yang dipanjatkan dengan kerendahan hati yang pada akhirnya menggetarkan pintu langit , membukakan kebaikan dan kebahagiaan bagi semua umat manusia.

Jangan pernah lelah dalam berdoa setelah kita melakukan perbaikan diri ,ada banyak kesalahan yang dilakukan oleh mata , mulut, bibir , telinga , tangan , kaki dan semua anggota badan . Alloh Swt Maha Tahu atas setiap dosa yang dikerjakan meski orang lain tak pernah mengetahui kesalahan kesalahan yang selalu berusaha kita sembunyikan dihadapan orang lain.

Itulah ulasan 7 penyebab yang umumnya menjadi penghalang bagi orang yang belum kesulitan mendapatkan jodoh , sebenarnya masih banyak penyebab yang bisa dirinci , anda bisa menambahnya dengan melakukan perenungan diri , lalu mengubah setiap kelemahan yang anda menjadi kekuatan baru supaya jodoh datang dengan segera. Semoga Alloh Swt mempetemukan anda dengan calon pasangan terbaik hingga kelak anda menjadi pasangan yang kaya raya , sukses dan mendapatkan keberkahan hidup di dunia dan akhirat . Amiin  – www.birojodohislami.com